Masih ingatkah kalian dengan gol tangan tuhannya Maradona pada final piala dunia tahun 1986 dan gol Frank Lampard ketika Inggris melawan Jerman di piala dunia 2010 yang dianulir oleh wasit? Kejadian itu merupakan dua hal dari berbagai hal kontroversial dalam sepakbola yang tak selalu terlihat langsung oleh sang pengadil lapangan. Bukan berarti wasit berpihak ke salah satu pihak, melainkan ada berbagai faktor sehingga wasit tak bisa melihat kejadian tersebut.

Sepak bola pun tak bisa lepas dari pengaruh pesatnya perkembangan teknologi. Beberapa inovasi teknologi terus dikembangkan. Kegunaannya pun bermacam-macam, mulai dari peningkatan performa dan stamina pemain, hingga mencoba hadir sebagai solusi atas permasalahan yang sering terjadi dalam sepak bola. Untuk itu federasi sepakbola dunia (FIFA) terus mengembangkan inovasi-inovasi tersebut agar sepakbola menjadi lebih baik dan kompetitif.

Berikut adalah beberapa teknologi yang berpengaruh besar terhadap olahraga sepakbola :

1. Goal Line Technology (GLT)

Laga ketika Manchester City melawan Liverpool pada pertandingan Liga Inggris musim 2018/2019

Goal line technology atau teknologi garis gawang merupakan teknologi yang membantu wasit dalam menentukan bola sudah melewati garis gawang atau belum.

Sebelumnya, tidak ada yang mempedulikan ilmuwan dalam membuat teknologi garis gawang ini. Namun, semuanya berubah ketika terjadi keputusan-keputusan wasit yang kontroversial dalam pertandingan di Liga Inggris, Euro Cup ataupun Piala Dunia.

Inovasi teknologi ini menjadi pemecah masalah banyaknya keputusan kontroversial wasit saat bola terlihat samar apakah telah melewati garis gawang atau belum. Keterbatasan penglihatan wasit menjadi penyebab utama banyaknya keputusan yang kontoversial. Dengan demikian, dengan adanya teknologi ini keputusan gol atau tidak jadi lebih akurat.

Cara kerjanya, sebanyak 7 kamera dipasang di bagian atap stadion menghadap ke arah gawang. Sistem kamera akan mengirim sinyal kepada wasit apabila bola telah melewati garis gawang atau belum.

Setelah melalui perdebatan, penerapan teknologi ini akhirnya sudah disetujui oleh FIFA sebagai otoritas sepak bola tertinggi di dunia dan digunakan pertama kali pada Piala Dunia Antarklub 2012 di Jepang. Kini, banyak turnamen dan liga-liga sepak bola terkenal di dunia seperti Piala Dunia, Liga Inggris, hingga Liga Champions yang telah menerapkan teknologi garis gawang dalam setiap pertandingannya.

2. Video Assistant Referee (VAR)

Video Assistant Referee atau yang biasa disingkat VAR merupakan salah satu teknologi yang membantu wasit dalam mengambil keputusan dalam sebuah pertandingan.

Hasil gambar untuk var
Penggunaan VAR di Liga Champions Eropa

Pada teknologi VAR, seorang wasit bisa melihat secara langsung tayangan ulang dari kejadian yang telah terjadi dalam sebuah pertandingan sepakbola. Dengan ini, tentulah semua hal yang ada di sepakbola pun akan terasa lebih jujur dan adil. Sehingga tidak ada lagi keputusan yang kontoversial yang diambil oleh wasit.

Walaupun sempat mendapat pro dan kontra yang dapat mengganggu keseruan sebuah pertandingan, teknologi ini pun akhirnya bisa diterima secara luas. Puncaknya adalah pada piala dunia 2018 lalu saat FIFA memutuskan untuk menyematkan teknologi ini di dalamnya semua pertandingannya.

3. Electronic Performance and Tracking Systems (EPTS)

Electronic Performance and Tracking Systems atau yang biasa disingkat EPTS berupa system yang mengumpulkan data statistik para pemain maupun segala hal dalam sebuah pertandingan sepakbola.

Hasil gambar untuk epts
Ilustrasi penggunaan EPTS dalam sepakbola

Berkat bantuan teknologi ini, pelatih dapat menentukan strategi dan latihan yang harus dilakukan para pemain untuk meningkatkan performanya dalam sebuah pertandingan. Hebatnya, melalui sebuah tablet, pelatih dapat memantau seluruh pergerakan pemain selama pertandingan secara realtime atau langsung. Gerakan seluruh pemain itu terekam oleh sebanyak 396 kamera yang terpasang di stadion untuk mengumpulkan data-data dari sebuah pertandingan yang sedang berlangsung.